https://www.journals.gesociety.org/index.php/jppmse/issue/feed JURNAL PENGABDIAN DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT - SOSIAL EKONOMI 2026-04-30T00:00:00+07:00 Alfikri alfikri.politani@gmail.com Open Journal Systems <p>Nama Jurnal <strong> : JURNAL PENGABDIAN DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT - SOSIAL EKONOMI</strong><br />ISSN <strong> : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1561443574" target="_blank" rel="noopener">xxxx-xxxx</a> (Elektronik)</strong><strong><br /></strong>DOI. : <strong><a href="https://search.crossref.org/?q=2685-3450&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">prefix 10.55043 oleh </a></strong><br />Frekuensi<strong> : April - Oktober</strong><br />Kebijakan Akses : <a href="https://agroteknika.id/index.php/agtk/akses" target="_blank" rel="noopener"><em><strong>Open Access </strong></em></a><br />Biaya Publikasi : <strong>Bebas Biaya</strong><br />Editor in chief : Alfikri</p> <p>Managing Editor : Maulia Usni dan Pinta Aftaprilia Rizki. A</p> https://www.journals.gesociety.org/index.php/jppmse/article/view/537 The Impact Of Campus Environment On Tourism Students’ Social Attitude 2025-12-23T21:45:22+07:00 Nelma Meilany Magdalena Reyaan nelmareyaan@gmail.com Hikmal Septiansyah septiansyahhikmal032@gmail.com Supriyono supriyono@upi.edu <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p>The campus environment plays an essential role in shaping students’ character and behavior, especially in tourism studies where social interaction is crucial. This study aims to analyze the impact of the campus environment on the social attitudes of tourism students. The research explores how facilities, peer relationships, academic atmosphere, and extracurricular activities contribute to students’ social awareness, cooperation, and communication skills. Using a quantitative approach, data were collected through questionnaires distributed to tourism students from several major. By using a score-based quantitative approach, this study provides an overview of students’ social attitudes as influenced by their campus environment. These findings emphasize that higher education institutions function not only as academic spaces but also as social environments that contribute to the development of students’ character and social behavior. The implications of this study are expected to serve as a reference for higher education institutions in creating a more supportive, inclusive, and conducive campus environment that fosters positive social attitudes, particularly among tourism students. The findings of this study are expected to contribute to the development of a supportive campus environment in fostering students’ social attitudes particularly among tourism students. The results may serve as an evaluative reference for higher education institutions in designing academic policies, learning programs, and also facilities development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Lingkungan kampus memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku mahasiswa, khususnya dalam bidang studi pariwisata yang sangat menekankan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan kampus terhadap sikap sosial mahasiswa pariwisata. Penelitian ini mengkaji bagaimana fasilitas kampus, hubungan antar teman sebaya, suasana akademik, dan kegiatan ekstrakurikuler berkontribusi terhadap kesadaran sosial, kerja sama, dan keterampilan komunikasi mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa pariwisata dari beberapa tingkatan dan prodi. Melalui pengolahan data berbasis skor, penelitian ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai kecenderungan sikap sosial mahasiswa yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kampus tempat mereka menempuh pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai lingkungan sosial yang berkontribusi dalam pengembangan karakter mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan tinggi dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih kondusif, inklusif, dan mendukung pembentukan sikap sosial positif mahasiswa, khususnya pada program studi pariwisata. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan lingkungan kampus yang kondusif dalam membentuk sikap sosial mahasiswa, khususnya mahasiswa di bidang pariwisata. Temuan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi institusi Pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan, program akademik, serta pengembangan fasilitas.</p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nelma Meilany Magdalena Reyaan, Hikmal Septiansyah, Supriyono https://www.journals.gesociety.org/index.php/jppmse/article/view/558 The Local Wisdom And The Preservation Of Cultural Values As Cultural Identity In Cireundeu Traditional Village 2026-01-18T17:31:24+07:00 Selina Putri putrishelina821@gmail.com Nickytha Nurcahya nickythanurcahya01@gmail.com Supriyono supriyono@upi.edu <p><strong><em>ABSTRACT. </em></strong>Cultural tourism is a strategic sector that not only contributes to economic development but also plays a vital role in preserving local cultural identity. Kampung Adat Cireundeu in Cimahi City, West Java, is a unique region for maintaining Sundanese ancestral traditions and possessing strong local wisdom, particularly concerning self-sufficient lifestyles and cultural preservation. One of the main attractions of Kampung Adat Cireundeu is its uniqueness in local non-rice food consumption, namely cassava, which serves as the staple food. This practice represents a profound local wisdom in sustainable environmental management. This uniqueness is embodied in the Nasi Rasi (cassava-rice) tradition, which has been passed down through generations and symbolizes the community's food sovereignty (or food self-sufficiency). Furthermore, visitors can enjoy the serene and peaceful atmosphere, away from the city's hustle and bustle. The houses in this village still retain traditional Sundanese architecture, utilizing natural materials such as wood and bamboo. From a cultural perspective, Kampung Adat Cireundeu regularly hosts various traditional ceremonies and cultural activities, such as Seren Taun (harvest thanksgiving). They also feature traditional arts performances like Angklung and Calung. Additionally, the Karinding musical instrument, made of bamboo slats, is played by placing it on the lips and flicking the tip with a finger, producing a humming and vibrating sound. Its traditional purpose is to ward off field pests, but Karinding also functions as an entertainment instrument and a ritual tool.</p> <p><em> </em><strong>ABSTRAK. </strong>Pariwisata budaya merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Kampung Adat Cireundeu di Kota Cimahi, Jawa Barat, merupakan wilayah yang istimewa karena mempertahankan tradisi leluhur sunda dan memiliki kearifan lokal yang kuat, terutama dalam hal pola hidup mandiri dan pelestarian budaya. Salah satu daya tarik utama Kampung Adat Cireundeu adalah keunikan dalam konsumsi pangan lokal non beras, yaitu singkong, sebagai makanan pokok utama, serta menjadi kearifan lokal dalam pemgelolaan lingkungan yang lestari. Keunikan tradisi Nasi Rasi (beras singkong). Tradisi ini sudah berlangsung turun temurun dan menjadi simbol kemandirian pangan masyarakat Cireundeu. Selain itu, pengunjung juga dapat meningkatkan suasana asri dan tenang, jauh dari hiruk pikuk kota. Rumah-rumah di kampung ini masih mempertahankan arsitektur tradisi sunda, menggunakan bahan bahan alami seperti kayu dan bambu. Dari sisi budaya, Kampung Adat Cireundeu juga sering mengadakan berbagai upacara adat dan kegiatan budaya seren taun (syukuran hasil panen), pertunjukan seni tradisional seperti Angklung dan calung adapun alat musik karinding yang terbuat dari bilah bambu yang dimainkan dengan cara ditempelkan di bibir dan disentil bagian ujungnya dengan jari menghasilkan suara yang berdengung dan bergetar, Tujuannya untuk mengusir hama di ladang. Selain itu karinding juga berfungsi sebagai alat musik hiburan dan alat ritual.</p> 2026-01-19T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Selina Putri, Nickytha Nurcahya, Supriyono