Implementation of Inspiring Talk Seminar to Build Awareness and Prevent Bullying at SMP Negeri 1 Sukorejo IMPLEMENTASI SEMINAR INSPIRING TALK UNTUK MEMBANGUN KEPEDULIAN DAN MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SMP NEGERI 1 SUKOREJO Section Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
ABSTRACT
Bullying in schools can disrupt social relationships among students and create an uncomfortable learning environment. This activity aimed to increase students’ awareness, understanding, and mutual respect as an effort to prevent bullying through an Inspiring Talk seminar. The activity was conducted on July 24, 2026, at SMP Negeri 1 Sukorejo and involved approximately 200 students. The activity used an educational and participatory approach through material delivery, interaction, and discussion with participants. The results showed that participants gained better understanding of bullying, its impacts, and the importance of care and mutual respect in social interaction. Participation was supported by the school and available facilities, although the large number of participants and limited time presented challenges. This activity can serve as a preventive effort that should be continued through regular education, teacher mentoring, and monitoring of students’ behavior
ABSTRAK
Perundungan di lingkungan sekolah dapat mengganggu hubungan sosial antarsiswa dan menciptakan suasana belajar yang tidak nyaman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian, pemahaman, dan sikap saling menghargai sebagai upaya pencegahan perundungan melalui Seminar Inspiring Talk. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di SMP Negeri 1 Sukorejo dengan sasaran sekitar 200 peserta didik. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, interaksi, serta diskusi bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perundungan, dampaknya, serta pentingnya kepedulian dan sikap saling menghargai dalam interaksi sosial. Partisipasi peserta didukung oleh pihak sekolah dan ketersediaan fasilitas, meskipun jumlah peserta yang besar dan keterbatasan waktu menjadi kendala. Kegiatan ini dapat menjadi langkah preventif yang perlu dilanjutkan melalui edukasi berkala, pendampingan guru, dan pemantauan perilaku peserta didik.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.